Baju ini Warnanya Biru Tosca atau Hijau Tosca?

Standar

“Jangan lupa ya, besok pakai baju warna biru tosca, supaya kita seragaman di acaranya si Bos”.

“Sip, pasti gue gak bakalan lupa deh”.

Keesokan pagi harinya…….

“Halaaaaa……. lu buta warna ya, kan dah gue bilang biru tosca bukan hijau tosca”.

“Loooh…. siapa bilang ini hijau? Lu yang buta warna, ini biru kok, gue dah bilang sama SPGnya, biru tosca, ya dikasih yang ini”.

“Lu beli di butik yang sama kan, yang gue kasih nama butiknya seminggu yang lalu, lu dilayani sama si Ani?

“Yup…. butik yang lu rekomen ke gue, ya namanya Ani kalau gak salah”.

“Ya ampun….. coba kalau si Ani yang layanin lu, pasti deh gak salah warna, lu lihat aja nih! Lu ama gue jejeran, sama gak?”

“Iya ya….. kok beda ya, padahal gue mintanya biru bukan hijau, berarti SPGnya tuh yg gak bener. Gue laporin deh ke boss nya biar dipecat!”

Sore harinya……

“Mbak, saya mau protes. Kemarin saya beli baju minta warna biru tosca kenapa dikasih warna hijau tosca?”

“Boleh saya lihat dulu bajunya?”

“Maaf ya, ini baju memang warnanya biru tosca, dan kami hanya menjual satu warna saja tidak ada warna hijau tosca”.

“Ini butik M&M kan?, teman saya beli di sini juga dengan SPG namanya Ani, tapi warnanya tidak seperti ini”.

“Maaf, ini butik M&N, ini SPG yang melayani Anda namanya Anie pakai E. Mungkin teman Anda beli di butik seberang M&M dan SPG yang melayani juga bernama Ani tapi tidak pakai E. Kedua butik tersebut memang selalu bersaingan, baik dalam pelayanan, harga, produk, bahan, model, warna dan lain-lain. Tapi hanya satu perbedaannya yaitu pabriknya beda”.

Selidik punya selidik, ternyata ada dua butik yang selalu bersaing dalam menjual produknya, baik itu baju, sepatu, tas, atau asesoris lainnya. Masing-masing butik mempunyai pelanggan sendiri-sendiri, walaupun produk yang mereka jual hampir mirip-mirip, tapi tidak sama 100%. Kedua butik tersebut beda dalam segala hal baik pemilik butik, suplier kain dan material pendukung, pegawai, termasuk pabrik untuk produksi produknya.

Uniknya kedua butik bersaing secara terbuka, apabila butik yang satu mengeluarkan model baju terbaru dengan warna terbaru, butik saingannya pun akan mengeluarkan hal yang sama. Siapa meniru siapa sudah tidak jelas. Bahkan ada pelanggan yang menjadikan kedua butik itu sebagai tempat yang wajib dikunjungi tiap minggunya. Informasi tentang barang baru yang akan datang bisa diperoleh dari SPG kedua butik tersebut.

Persaingan kedua butik tersebut kadang menguntungkan pelanggan, karena bisa mendapatkan produk yang terbaik, tapi kadang bisa merugikan calon pelanggan baru, dengan informasi-informasi negatif yang kadang dilontarkan oleh para SPG untuk menjatuhkan butik saingannya.

Melihat cerita di atas, bisa saja suatu hal mau kita sama-samakan, tapi kalau sumbernya berbeda pastilah hasilnya juga berbeda, walaupun orang-orang mengatakan sama.

Jadi tidak ada gunanya lagi berdebat dengan masalah yang sudah kita ketahui dengan sadar bahwa sumber masalah itu berbeda

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s