Tag Archives: patung istana bogor

Patung Berbusana Batik di Istana Bogor

Standar

Heboh dengan berita pengrusakan patung-patung tokoh wayang di Purwakarta, tentunya tidak lupa dengan patung Tiga Mojang di Bekasi, Patung Buddha di Tanjung Balai yang juga menjadi korban dari golongan tertentu yang tidak suka ada patung tersebut, karena bisa menganggu keimanan seseorang atau masyarakat setempat.

Bagi yang pernah berkunjung ke Istana Bogor, atau yang belum pernah kesana mungkin sudah baca-baca dari berita-berita di media cetak atau online, tentunya tahu kalau koleksi patung dan lukisan di istana Bogor sangatlah banyak. Koleksi tersebut ada yang berasal dari hadiah negara sahabat atau karya seni dari seniman Indonesia.

Koleksi patung dari negara sahabat selain indah dan berseni juga menimbulkan kerepotan tersendiri kalau ada acara kenegaraan di Istana Bogor. Bisa dibaca juga tulisan dari Wisnu Nugroho Dilarang Telanjang di Istana di Kompasiana, bagaimana repotnya petugas Istana menutup aurat dari patung pada saat kunjungan Presiden Bush.

Patung Tanpa Busana (foto 1)

Patung Berbusana Batik (foto 2)

Semoga saja pada waktu itu Presiden Bush tidak memperhatikan dan berpikir “kenapa ada manequin berbaju batik di istana?”

Bisa juga kalau mau lihat foto-foto koleksi patung yang “katanya” memperlihatkan aurat si patung pada tulisan  Hamzah Palalloi, di Kompasiana tapi jangan kecewa karena sudah disensor dengan rapi oleh si penulis demi kenyamanan pembaca.

Sebaiknya pemakaian busana ke patung perunggu ini melihat situasi dan kondisi agar tidak malu-maluin kepala negara. Tamu negara yang mengetahui riwayat patung tersebut tentunya akan tercengang melihat “keanehan” yang dilakukan oleh petugas istana Bogor, dan jangan sampai kepala negara dianggap tidak tahu menghargai suatu seni.

Patung Kedinginan (detikfoto.com)

Belum lagi patung bergaya Yunani abad 18-19 yang mengexpose lekuk tubuh, tanpa busana terpaksa harus ditutupi dengan kain putih, sehingga hanya terlihat kepalanya saja, sedangkan patung wanita duduk bersimpuh setinggi pinggang orang dewasa lebih mirip “pocongan” penunggu pojokan (detiknews.com).

Daripada dikerudungin dengan kain tidak jelas, ada baiknya patung yang menurut kacamata orang Indonesia bisa mengakibatkan tamu negara “terangsang” diletakan di tempat yang tidak banyak dilalui oleh umum. Apa gunanya memajang patung yang seharusnya “telanjang” diberi kain penutup, karena akan mengundang cemoohan dan bahan tertawaan tamu negara dan wartawan mancanegara.

Bagaimana nasib patung-patung tanpa busana yang bertebaran di halaman Istana Bogor? Apakah “mereka”juga harus segera dibuatkan baju penutup demi kenyamanan tamu negara dan wartawan (mancanegara) yang berkunjung disana?

Siap-siaplah Denok, Endang Terate, dan yang lainnya, sudah saatnya kalian menutup aurat masing-masing, bisa pesan model batik mana yang cocok untuk kalian masing-masing……

Patung Endang Terate

Koleksi Patung Istana Bogor

Keterangan:

Foto 1 : koleksi cangkirparagraf.blogspot.com

Foto 2 : koleksi bungtje.files.wordpress.com

Versi lain di Kompasiana tanggal 19 September 2011