G, Assorted Biscuitnya……

Standar

Dimuat di Kompasiana 12 July 2011 oleh
http://www.kompasiana.com/lipstick

 

G, masih ingat dengan biskuit kegemaran kita berdua, itu loh yang di kaleng merah kotak tinggi yang ada gambar ibu dengan dua anaknya. Kemarin aku dapat satu kaleng bulat penuh dan tampaknya belum dibuka, masih disegel.

Ingat gak waktu kita berebutan mau buka tutup kalengnya, ternyata susah juga ya, karena jari-jari mungil kita gak kuat untuk menarik tutup kaleng yang rapat itu. Aku pegang badan kalengnya, kamu coba menarik bahkan mencungkil dengan jari telunjuk kamu, tetap saja tidak bergeming tutupnya. Lantas mama keluar bawa sendok untuk mencungkil tutup kaleng….. hahahaha…. langsung terbuka deh, masing-masing ambil biskuit kesukaan kita, aku yang coklat vanili, kamu pasti yang bulat ada krimnya…..

keluarga masa dulu

Waktu aku buka kaleng biskuit merah itu, ku amat-amati semua jenis biskuit yang ada di dalamnya, terlihat biasa saja, tidak semenarik dulu lagi. Aku tersenyum membayangkan bagaimana antusiasnya kita dulu waktu mama memberikan kaleng itu, kita selalu membayangkan seperti dua anak yang ada di gambar kaleng itu. Duduk di meja, minum teh di cangkir yang cantik bersama mama, pasti asyik ya G, gumamku, dan kamu hanya tersenyum saja.

Aku ambil biskuit kesukaanku, yang coklat vanili, rasanya masih sama tapi ada yang kurang, entahlah kurang apa, pastinya resep tidak berubah, karena kemasannya saja tidak berubah. Mungkin orang-orang yang di belakang pembuatan kue ini ya G. Dulu pastinya mereka membuat dengan hati yang tulus, agar semua keluarga menikmati biskuit ini bersama-sama, tidak usah berebut, ada yang rasanya manis, asin, bahkan ada yang pakai krim. Tidak ada yang tidak enak, semua biskuit dalam kaleng merah ini punya penggemarnya masing-masing, jadinya semuanya enak, renyah…..

Aku jadi ingat biskuit lain, masih satu perusahaan juga G, tapi lebih seronok warnanya, kalengnya juga lebih bagus, tapi isinya ternyata juga mirip-mirip kok, malahan lebih sedikit isinya…. Masih banyak G, biskuit-biskuit yang lain, dibungkus sendiri-sendiri hanya satu rasa. Kebayang kan G, kalau kita berdua makan biskuit yang rasanya satu rasa saja, pasti bosan ya….. pas kita tutup mata untuk mengira-ngira biskuit apa yang kita ambil ternyata biskuit yang sama juga, beda kalau kita ambilnya dari kaleng yang merah…. karena apapun biskuit yang kita ambil pasti beda bentuk, tapi soal rasa tetaplah enak untuk dimakan.

keluarga masa kini

Lihat lah sekarang G, walaupun satu meja, makan dengan biskuit yang sama, minum teh dari cangkir yang cantik, senyum dan tawa yang palsu, percakapan yang tidak nyambung …… suasananya hambar G, karena anak-anakku dan tak ketinggalan aku pun sibuk dengan mainan baru.

G, kapan kita bisa makan Assorted Biscuit bersama-sama lagi? Kangen dengan suasana yang dulu…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s