Pilihan: Poligami, Dimadu, Istri Kedua atau Poliandri?

Standar

poligami

Selama bulan ramadhan, ada banyak sinetron religi di stasiun TV swasta. Karena diputar di jam yang sama dari tiga stasiun TV berbeda, otomatis saya ganti-ganti channel ditambah dengan dua TV berita.

Saya hanya melihat isi cerita sinetron tersebut, dimana di ketiga sinetron tersebut ada masalah poligami yang diangkat. Banyak alasan kenapa laki-laki melakukan poligami dan banyak alasan juga kenapa perempuan mau dimadu dan menjadi istri kedua atau ketiga.

Alasan-alasan yang utama biasanya istri tidak bisa memberikan keturunan, atau alasan yang agak dicari-cari adalah tidak bisa memberi anak laki-laki, padahal anak perempuannya sudah bisa buat tim sepakbola perempuan. Padahal untuk mendapat anak lelaki, faktor penentunya ada di pihak suami (laki-laki), jadi kalau tidak bisa punya anak laki-laki yang seharusnya ngomel-ngomel ya pihak perempuan. Tapi karena garis keturunan itu dilihat dari pihak laki-laki maka, tidak mungkin pihak wanita yang cari laki lain untuk bisa punya anak laki-laki.

Alasan-alasan lain mungkin lebih disebabkan karena egoisme para lelaki. Misal istri sudah tua, istri harus mengurus anak-anak di rumah, sedangkan suami sering dinas keluar kota jadi tidak mungkin mengajak istri ikut. istri ada penyakit sehingga tidak bisa melayani suami, padahal vitalitas suami masih pol! Dan masih banyak lain alasan, selain trend orang kaya pasti punya istri lebih dari satu.

Kalau alasan perempuan mau dimadu, juga banyak, mirip-mirip dengan alasan laki-laki. Tidak bisa kasih keturunan, tidak bisa mengurus suami yang sering dinas keluar kota, dll.

Alasan kenapa mau jadi istri kedua atau ketiga atau keempat, biasanya karena kenyamanan hidup. Entah siapa yang nyaman? Bisa si perempuan, keluarga perempuan, atau orang lain.

Biasanya selalu pihak perempuan yang dikalahkan kalau tidak bisa memberi keturunan atau anak laki, rela dimadu atau dicerai. Jarang ada cerita film atau sinetron yang mana si laki-laki yang mandul dan dicerai oleh pihak perempuan. Ternyata ada! Ada kejadian benar, cerita teman saya sewaktu masih kerja di Jakarta. Suami digugat cerai karena mandul dan istrinya menikah lagi dengan pejantan tangguh!

Mau poligami, dimadu, jadi istri kesekian pasti ada alasan-alasan sendiri. Apa yang menjadi pilihannya dan apapun alasannya kadang membuat kita yang mendengarnya hanya bisa diam, geleng-geleng kepala, mengelus dada, atau marah-marah yang tak berujung pangkal. Bahkan ada yang berpendapat lebih baik poligami ( hubungan yang sah) daripada melakukan zina (hubungan tidak sah) atau selingkuh. tapi bukankah semua itu adalah pilihan hidup?

Kata orang memang perlu “inteletual tingkat tinggi” dan “keikhlasan luar biasa” untuk menjalani hidup poligami, walaupun kita tahu banyak juga kalangan ekonomi dan pendidikan rendah yang punya istri banyak dan berakhir dengan kebahagiaan atau kesedihan.

Kalau saya laki-laki, ditawari mau poligami atau tidak, tentu saya pilih mau poligami, urusan nanti bisa adil atau tidak itu mah urusan nanti.

Drupadi dengan kelima suaminya

Kalau saya perempuan, ditanya mau atau tidak menjalani hidup poligami alias dimadu? Pastinya saya jawab tidak. Aneh saja kalau ada perempuan yang mau dimadu dengan alasan apapun. Tapi anehnya lagi, kalau saya ditanya sama teman yang punya masalah apakah pilih cerai atau dimadu, pasti saya jawab : jangan mau dicerai, keenakan suami sama istri barunya nanti, tetap jadi istri tua dan siksa istri kedua seperti film series cina Sin Ye Keke.

Kalau saya perempuan (lagi), ditanya mau atau tidak jadi istri kedua? Pasti saya jawab tergantung suaminya kayak apa dulu…. hehehehehe….. gak mau rugi kan?

Selingkuh saja? tanpa ikatan? tanpa tanggung jawab dan beban, alias suka sama suka.

Bisa juga dijawab dengan bijak, silakan kalau mau melakukan poligami, saya juga mau melakukan poliandri…….

Versi lain di Kompasiana tanggal 9 September 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s