Sinetron Indonesia dan Adegan “Ajaib”nya

Standar

Tulisan ini sekedar iseng saja, pastinya dibilang maniak nonton film sinetron Indonesia. Dulu, ya suka sekali karena sebagai pengganti film serial Barat yang jarang diputar di TV swasta. Sekarang? Hanya selintasan pada saat ganti-ganti channel saja, apalagi sudah berlangganan TV kabel, jadi kalau ada perkembangan baru dimaafken

(fototerbaru.com)

Adegan “ajaib” itu misalnya:

  • Tokoh baik terkejut, muka “bego” siap dipasang, mulut dibuka selebar-lebarnya, mata terbelalak. Pengambilan gambar di zoom, memakan waktu sekian detik, lalu ….. iklan komersial muncul.
  • Adegan kecelakaan, entah ketabrak mobil, walaupun sekedar kena bemper mobil, atau jatuh trus kepala kepentok tembok/ujung meja/lantai, atau mobil masuk jurang, atau dibuang ke jurang, sungai, dll hasil akhirnya adalah amnesia alias lupa ingatan.
  • Kabur atau diusir dari rumah, kejadiannya pasti malam hari, hujan lebat, kalau mau extrim pakai bunyi gledeg, bawa duit secukupnya, sialnya lagi dicopet pula di tengah jalan. Lengkap sudah penderitaannya, diusir, kehujanan, kecopetan, dan tidur di jalan sampai besok pagi.
  • Adegan pencarian tokoh utama, yang dicari pasti ambil jalan belok kiri, yang mencari belok kanan. Butuh beberapa episode untuk bisa ketemu lagi.
  • Tokoh utama tidak punya banyak teman, paling banyak 2-3 orang, itu juga sudah termasuk satu orang tokoh si jahat, satu lagi sahabat baik tokoh utama dan jangan lupa satu tokoh plinplan, bisa jahat bisa baik tergantung situasi. Jadi adegan ajaibnya adalah kalau lagi mencari kebenaran pasti tokoh jahat yang dapat duluan. Saksi kebenaran selalu lebih dulu ditemukan oleh tokoh jahat. Tokoh yang lain kemana? Lagi nyari kebenaran di laut ……
  • Adegan jatuh sakit, ini juga lebay, keluarga miskin tapi masuk ke kamar VIP atau kelas satu, trus mulai deh bingung bayar biaya rumah sakit. Ajaib kan? karena dalam kenyataan hidup kalau tidak bayar uang muka jutaan Rupiah sudah pasti tidak dapat kamar alias tidak diterima
  • Adegan bantah-bantahan, pada saat mau menjelaskan cerita sebenarnya selalu sudah dibantah lebih dulu. Celakanya, selalu tokoh baik nurut aja gak ada perlawanan sedikitpun. Kalau ada sampai bisa cerita, pasti ada adegan tidak percaya bulat-bulat
  • Adegan kepergok atau ketangkap basah, kalau terjadi pada tokoh jahat pasti selamat, karena banyak akal dan cepat bergeraknya. Tapi kalau terjadi pada tokoh baik, sudah pasti ketangkap dan disandera, tunggu beberapa episode untuk bisa lepas dari penyanderaan.
  • Adegan tangis histeris, adegan ini sangat lebay, apalagi kalau menghadapi mayat gak jelas akibat kebakar, kecelakaan hebat yang mengakibatkan wajah rusak berat dan tak dapat dikenali. Percaya dengan bukti ngawur dari pakaian, asesoris yang dipakai, dompet, dll. Padahal dunia kedokteran dah canggih, teroris yang mati aja masih dicek DNA nya, kok yang mayatnya gak dikenali tidak dites DNA, padahal orang kaya…… perlu beberapa episode lagi untuk sadar. Setelah sadar trus mau bongkar kuburan? Butuh berapa episode lagi ya…..
  • Belum lagi kalau di sinetron religi, yang gak soleh pastinya keluarga kaya dan yang soleh keluarga miskin.
  • Ustadz yang paling benar datangnya dari kampung, sedangkan yang dari kota besar mata duitan.

Biasanya kalau cerita mau dipanjang-panjangin ya setiap adegan pasti diulur-ulur sampai beberapa episode. Contoh adegan amnesia itu adalah wajib hukumnya di semua cerita sinetron, padahal cuman kepentok ringan saja bisa amnesia, coba saja baca di koran, berita-berita kecelakaan yang sampai masuk jurang, mobilnya nabrak trotoar sampai rusak berat bagian depan, pengemudi sampai mengaduh-ngaduh kesakitan, entah di kepala, badan atau anggota tubuh lain, gak ada tuh berita bahwa korban kecelakaan berat tadi menderita amnesia.

Belum lama ini ada berita tentang kecelakaan di tol Cipularang (kejadian tanggal 3 September 2011) yang mengakibatkan istri dari penyanyi dangdut Saiful Djamil meninggal dan dikabarkan Syaiful Djamil (suami sekaligus sopir mobil) menjadi tersangka dalam kasus kecelakaan tersebut. Apakah Syaiful tiba-tiba menderita amnesia akibat kecelakaan tersebut? Ternyata Syaiful sehat walfiat, sedikit lecet-lecet, trauma kalau lewat jalan tol tersebut, tapi tetap melanjutkan hidup dengan show perdana di Lampung untuk melunasi biaya rumah sakit almarhumah Virginia Anggreni.

Mudah-mudahan penonton setia sinetron tidak amnesia dengan sinetron jaman dulu yang lebih berkualitas dan membumi.

Adegan-adegan “ajaib” lain tentunya masih banyak dan berkembang, jadi ini semua adalah pengamatan saya selama beberapa tahun sampai saya berlangganan TV kabel Desember 2010.

Versi lain di Kompasiana tanggal 6 April 2010

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s