Penipuan dengan Berita Keluarga Kena Musibah

Standar

(luwuraya.net)

Belum lama ini saya menuliskan Penipuan Lewat SMS, dari yang minta pulsa, tertarik membeli property yang mau kita jual, tawaran agen pulsa, transfer uang ke rekening seseorang, dan masih banyak lagi lainnya.

Beberapa hari yang lalu saya mendapat kabar dari saudara saya kalau supir temannya tertipu lewat pemberitahuan bahwa anaknya yang bernama Mira masuk rumah sakit Pertamina, telpon dari sekolahnya Mira katanya. Tentu saja mendengar berita ini orang tua Mira menjadi panik. Kemudian dikatakan juga untuk mentransfer uang sebesar Rp. 7.000.000 supaya anaknya cepat ditangani.

Sang ibu langsung menuju ATM untuk mentransfer sejumlah uang sedangkan sang bapak menelpon kawannya untuk mencek keadaan anaknya di rumah sakit Pertamina. Akhirnya dapat kabar kalau si anak Mira tidak terdaftar di rumah sakit Pertamina, ketika dikabarkan ke sang bapak, ternyata si anak Mira sehal walfiat setelah si bapak berhasil menghubunginya, tapi uang sudah melayang sebesar Rp. 1.500.000.

Penipuan ini sangat meyakinkan dan bisa berhasil untuk beberapa kasus, karena memakai nama salah satu kerabat keluarga. Siapa yang tidak panik mendengar anaknya kecelakaan apalagi di telpon mengakunya dari sekolah si anak. Repotnya lagi kalau anak tidak bisa dihubungi alias tidak punya hape atau tidak bisa menjawab panggilan hape, sedangkan untuk mengecek kembali ke telpon sekolah anak, biasanya tidak tahu nomer telpon sekolah anak.

Saya sendiri juga mempunyai pengalaman mirip, hanya saja tidak berjalan dengan sukses. Ceritanya, ketika saya melihat di hape saya terdapat 1 missed call saya mencoba untuk menelpon kembali nomer yang tertera, ternyata saya menelpon sebuah rumah sakit umum di kawasan Jakarta Timur, agak heran juga ketika saya tanyakan apakah ada yang menelpon saya, dijawab tidak. Ketika saya menanyakan apakah ada nama saudara saya yang terdaftar di rumah sakit tersebut, dijawab tidak ada. Tentu saja saya yakin tidak ada, karena keluarga saya sangat jarang sekali berada di kawasan Jakarta Timur. Akhirnya saya menelpon saudara saya, dan dia berada di suatu tempat dalam keadaan sehat walfiat, dan saya segera tahu kalau saya nyaris jadi korban penipuan.

Berdasarkan pengalaman tersebut ketika saya menerima telpon dari seseorang yang mengaku sebagai satpam dari Rumah Sakit di daerah Pamulang yang mengabarkan kalau saudara saya korban tabrak lari, kecelakaan naik sepeda di tabrak motor, dan diminta datang ke rumah sakit untuk mengurus administrasi, saya menjadi curiga karena kenapa satpam yang telpon, bukan bagian administrasi rumah sakit? Apalagi si satpam meninggalkan nomer hape pribadi dan nomer telpon lainnya, saya tidak tahu apakah itu nomer rumah sakit.

Terus terang saja, mendapat kabar seperti itu membuat saya agak sedikit panik, ditambah curiga dan bingung karena pada hari itu saya akan pergi untuk acara pemakaman salah satu keluarga. Ketika saya mengabarkan ke saudara saya yang lain, dia sudah dalam posisi mau jalan dan tidak bisa menemani karena yang meninggal adalah mertuanya.

Kemudian saya mencoba untuk menghubungi 108 dengan menyebutkan nama rumah sakit untuk mencari tahu nomer telponnya. Saya berhasil menelpon rumah sakit, awalnya dibilang tidak ada nama saudara saya, ketika saya bilang saya ditelpon satpam karena ada korban tabrak lari baru dibilang ada di UGD, apa gak jadi curiga? Ketika saya minta disambungkan dengan pasien, dibilang tidak bisa karena sedang dilakukan tindakan. Ditanya tindakan apa, hanya dijawab ya tindakan seperti pemeriksaan kepala, ada yang patah atau tidak dan sebagainya. Tambah yakin saja kalau ini penipuan, sementara hubungi hapenya, tidak dijawab.

Disamping itu saya  berhasil menghubungi saudara jauh  di Pamulang, walaupun sedang sakit akhirnya saudara jauh tersebut memaksakan diri pergi karena dia tahu rumah sakit tersebut kurang baik reputasinya, dan kalau memang benar ada, dia yang akan bereskan dan mengabari saya.

Akhirnya memang saudara saya ada di rumah sakit tersebut, ditabrak motor yang jalan melawan arus sebenarnya, ditolong dibawa ke rumah sakit tapi ditinggal kabur. Ketika mau keluarin saudara saya, sempat dimintai duit dengan alasan sudah menjaga sepedanya, heran sudah kena musibah masih juga dipalak. Satu lagi saudara saya lupa bawa hape tapi memang memberikan nomer saya untuk dihubungi.

Berdasarkan pengalaman di atas, saya menjadi lebih berhati-hati dalam menerima telpon atau sms yang mengabarkan sesuatu misal berita kecelakaan, cobalah untuk tidak panik, segera hubungi rumah sakit yang disebut untuk mencek kembali apakah benar beritanya, usahakan untuk tidak menelpon ke nomer yang diberikan si pemberi berita, cari nomer lain di penerangan (108), biasanya rumah sakit punya lebih dari satu nomer. Apabila dimintakan untuk transfer uang, janganlah percaya karena itu sudah pasti penipuan, katakan saja akan bayar sendiri di kasir rumah sakit. Pada prinsipnya memang jangan panik supaya bisa berpikir jernih!


 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s