Kebiasaan “Memplintir” Berita dari Luar Negri untuk Dakwah

Standar

Kapten Son Ji-gu Melafazkan Dua Kalimat Syahadat di mesjid Hannam-dong, Seoul (chosun.com)

Setelah membaca salah satu postingan kompasianer Primus74 di Kompasiana yang berjudul Tentara Korea Berbondong-bondong Masuk Islam, saya mencoba meng-klik tautan yang diberikan si penulis, ternyata tautan tersebut menuju ke facebook seseorang, mungkin kenalan dari si penulis.

Berdasarkan seorang kawannya di facebook (dikabarkan oleh seorang kawan Facebook bernama SG dan menurut SG), si penulis menceritakan atau memberitakan kembali bagaimana para tentara Korea beramai-ramai masuk agama Islam karena pengalaman sang Kapten San Ji-Gu saat bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Melihat para muslim bersholat jamaah di mesjid yang dekat dengan markas pasukannya, sang Kapten tertegun, merasa penasaran dan mencoba meniru gerakan sholat dan dipraktekkan di kamar pribadinya.

Setelah dipraktekkan sang Kapten menemukan ketenangan dan kedamaian di hatinya, lalu mengusulkan gerakan sholat tersebut dijadikan program meditasi disamping yoga di pasukan yang dipimpinnya. Akhirnya seluruh tentara di bawah komandonya merasakan hal yang sama yaitu ketenangan dan kedamaian di hati mereka. Sejak itulah sang kapten berniat mempelajari Islam lebih dalam dan akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam, tanpa diduga seluruh anak buahnya menyatakan hal yang sama dan berbondong-bondonglah mereka semua memeluk agama Islam.

Sungguh itu adalah suatu berita yang sangat mengharukan, indah, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lain selain memuji kebesaran Allah. Amin!

Saya meng-googling cerita tersebut, ternyata berita tersebut banyak ditulis di blog-blog pribadi dan saya juga menemukan situs fiqhislam.com yang  memuat berita tentang tentara Korea yang masuk Islam, fotonya juga sama tapi isi beritanya lain sama sekali.

Kejadian itu diberitakan oleh media english.chosun.com (situs berita Korea berbahasa Inggris) pada tanggal 28 Mei 2004, yang memberitakan sebelum tentara Korea dikirim akhir Juli ke kota Kurdish di wilayah Irbil, Irak Utara, dan mengingat wilayah tersebut adalah wilayah muslim, mereka para tentara pergi ke mesjid Hannam-dong di Seoul untuk mempelajari dan memahami tentang Islam. Beberapa dari anggota pasukan khusus tersebut sebanyak 37 tentara termasuk Lieutenant Son Hyeun-jo dari Special Force 11th Brigade pada kesempatan itu di hari Jumat siang, memutuskan untuk memeluk agama Islam. Bahkan Kopral Paek Seong-uk, 22 tahun, mengambil jurusan bahasa Arab di kampus, mengatakan tertarik dengan Islam dan memutuskan untuk menjadi Muslim.

Banyak orang senang, terharu dan bangga kalau ada sekelompok orang dari bangsa tertentu yang spontan memeluk agama yang sama dengan kita. Hanya saja untuk si penyebar berita baik tersebut, ada baiknya janganlah memberitakan hal-hal yang tidak sesuai dengan kenyataan atau merekayasa isi berita hanya untuk menunjukkan kebesaran suatu agama, bisa mengurangi rasa bangga dan mendatangkan rasa malu bagi pengikut agama tersebut.

Selain menjadi penulis yang misioner dan visioner (kata Om Michael Sendow, kompasianer di Kompasiana), jangan pernah lupa untuk menjadi penulis yang jujur!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s