Bagaimana Membedakan Santa Claus dengan Saint Nicholas?

Standar

Santa Claus dari North Pole

Santa Claus merupakan bagian dari kehidupan anak-anak. Biasanya dipakai sebagai alat untuk meningkatkan penjualan barang-barang yang berhubungan dengan perayaan natal dan sebagai bagian dari komersialisasi, bahkan cenderung meningkatkan budaya konsumerisme. Kemunculannya hanya setahun sekali dan dalam jangka waktu yang singkat. Santa Claus digambarkan dapat terbang dari North Pole, untuk sebagian orang Santa Claus menggantikan kehadiran bayi Yesus. Santa Claus tidak lah jelek!

Saint Nicholas merupakan panutan hidup bagi semua orang, sebagai seorang Uskup dari Myra (Turki) dia menceritakan tentang kedatangan bayi Yesus, kedamaian dan semua maksud baik dari pesan-pesan natal, dan perasaan simpati terhadap kehidupan sosial. St. Nicholas adalah salah satu dari sekian banyak orang suci yang ada disekeliling kita dan memberikan banyak contoh kehidupan dan doa (agama Katolik). Kedatangannya digambarkan dengan berjalan kaki dan membawa barang-barang bagi yang membutuhkan, dan untuk semua itu mempersiapkan orang-orang untuk menyambut kedatangan bayi Yesus. St. Nicholas lebih baik dibanding Santa Claus.

Hal-hal lain yang juga membedakan kedua tokoh ini adalah

  • Santa Claus puncak acaranya tanggal 25 Desember, St. Nicholas dirayakan pada 6 December (di Belanda dirayakan 5 Desember).
  • Santa Claus dapat dijumpai di Mal, Dept. Store, sedangkan St. Nicholas biasanya di Gereja, Rumah Sakit, Sekolah, Panti Asuhan.
  • Santa Claus digambarkan pendek gemuk, St. Nicholas kurus dan tinggi.
  • Santa Claus memakai Topi Kaos berwarna Merah, St. Nicholas memakai topi Uskup dan membawa tongkat panjang (layaknya pakaian seorang Uskup – Gereja Katolik).

St. Nicholas dari Myra

Di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Sinterklaas, dirayakan pada 5 Desember mengikuti kebiasaan orang Belanda, tokoh Zwarte Piet digambarkan sebagai pembantu Sinterklaas untuk membawa kantung besar berisi hadiah untuk anak-anak baik dan sapu lidi untuk anak-anak nakal.

Sayangnya karena ketidak tahuan masyarakat kita atau terlalu melekat tokoh Santa Claus versi Amerika, sehingga penggambaran tokoh tersebut menjadi kacau. Sering kita lihat Santa Claus lengkap dengan baju dan topi merah lengkap tidak lupa rambut dan jenggot putih didampingi oleh tokoh lain yang menggambarkan sebagai Piet Hitam. Kacau sekali!

St. Nicholas juga akhir-akhir ini digambarkan dengan salah kaprah atau salah pengertian. Kita pastinya pernah diajarkan untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja, jangan pernah berbuat jahat. Bagi anak-anak berbuat atau berkelakuan baik bisa berupa tidak nakal di sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah, nurut kata orang tua, dan lain-lain, berkelakuan jelek tentu sebaliknya. Semua perbuatan kita apakah baik atau jahat/jelek tentunya membawa akibat pada akhirnya. Pada anak-anak divisualkan dengan hadiah, tentunya peran orang tua dalam hal ini sangatlah penting.

Tidak ada kebohongan dalam perayaan St. Nicholas, karena inti dari perayaan St. Nicholas adalah berbagi kebahagiaan kepada teman-teman dan orang-orang sekitar yang tidak mampu, sesuai dengan apa yang pernah dijalani oleh St. Nicholas dari Myra selama hidupnya.

Jadi pada hari ini 5 Desember adalah hari St. Nicholas berbagi kebaikan dan 6 Desember adalah hari Kudusnya sebagai seorang santo (orang suci bagi agama Katolik).

Sumber: St. Nicholas Center

Dimuat di Kompasiana 5 Des 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s