Konspirasi Pejabat Tinggi Divisualisasikan dalam Film The Chicago Code

Standar

(huluim.com)

Belum lama ini film seri Chicago Code habis mengudara untuk season perdana di salah satu channel TV Kabel. Film yang menceritakan bagaimana perjuangan seorang Kepala Polisi kota Chicago bergender wanita memberantas kejahatan, korupsi di kotanya dan korupsi di departemennya.

Memberantas kejahatan di jalanan bukanlah perkara yang mudah, tapi bisa diselesaikan dengan baik, apalagi didukung oleh detektif yang mendukung sepak terjang Kepala Polisi Teresa Colvin. Memberantas kejahatan di departemennya adalah suatu hal yang sulit, sangat-sangat sulit, tidak sekedar mengejar, menghantam atau menembak kalau perlu, kemudian memborgol, membuat BAP, serahkan ke kejaksaan, selesai! Dibutuhkan keahlian bernegosiasi, berpikir taktis, berpikir tiga atau empat langkah ke depan dan satu hal yang mau tidak mau, suka tidak suka yaitu berkonspirasi.

Apakah Konspirasi itu? Teori persekongkolan atau teori konspirasi (conspiracy theory) adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial atau sejarah) adalah suatu rahasia dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. (Wikipedia)

Dalam kehidupan politik, sosial, mungkin juga dalam rumah tangga selalu ada konspirasi, baik itu yang diam-diam dan tidak terduga, diam-diam tapi terbaca jelas, maupun yang terang-terangan terbaca tapi dibantah dengan konyol!

The Chicago Code memperlihatkan kepada penonton bagaimana konspirasi itu terjadi bahkan juga dilakukan oleh seorang Kepala Polisi dalam usaha memberantas korupsi di kotanya terutama korupsi yang menggerogoti departemen kepolisian.

Konspirasi antara anggota dewan kota (alderman) dengan mafia Irlandia agar uang haram tetap mengalir ke kantong pribadi Anggota Dewan Kota. Konspirasi juga terjadi antara Kepala Polisi dan Walikota untuk menekan “gurita” dari Anggota Dewan Kota dalam setiap aspek hidup masyarakat Chicago, konspirasi Kepala Polisi dengan Anggota Dewan Kota agar dana uang lembur untuk polisi segera cair, konspirasi Walikota dengan Anggota Dewan menekan Kepala Polisi untuk berhenti menyelidiki kasus korupsi, dll.

Dijelaskan juga bahwa untuk bisa mendapatkan sesuatu baik itu untuk keamanan dan kesejahteraan masyarakat Chicago, setiap pejabat yang berkepentingan dalam upaya mempertahankan kursi kekuasaan harus mengumbar janji-janji, lempar kesalahan atau pura-pura simpati.

Agar tetap mendapat dukungan dari anak buahnya untuk terus menjadi Kepala Polisi, Teresa Colvin rela mengumbar janji pada anggota polisi, sebelum disalahkan warga atas kekerasan yang terjadi, Walikota memberi janji kepada warga akan mengganti Kepala Polisi apabila dalam batas waktu tertentu pejahatnya belum tertangkap, tak ketinggalan pula pada saat listrik padam hampir di seluruh kota Chicago Anggota Dewan Kota mau bersusah payah mengirim air bersih kepada pendukungnya agar tetap setia memberi suara pada waktu pemilihan.

Pada episode terakhir penonton diperlihatkan bagaimana kebenaran itu bisa dimenangkan dengan penuh pengorbanan dan perasaan. Mengetahui bahwa saudara kandung adalah polisi yang terlibat korupsi dan konspirasi, bagaimana Anggota Dewan Kota tertangkap pada saat sedang konferensi pers untuk menjatuhkan Kepala Polisi dan mengatakan bahwa penangkapannya adalah “pembunuhan secara politik”.

Penggambaran tokoh-tokoh di film ini sangatlah mendekati dengan dunia nyata di setiap kota di negara manapun. Film ini mendapat banyak pujian bahkan penonton mengharapkan untuk dibuat season berikutnya.

Bagaimana dengan Indonesia? Pasti ada konspirasi juga. Entah siapa dengan siapa, terbaca dengan jelas kalau melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi di kota-kota tertentu di Indonesia, dan selalu dibantah dengan sangat-sangat konyol! Selama ini kita bisa melihat bagaimana lemahnya penanganan Polisi terhadap kasus-kasus korupsi yang melibatkan pejabat negara atau pelanggaran hukum dari organisasi massa dalam bentuk kekerasan, pengrusakkan, dan lain-lain, semuanya menguap begitu saja. Bila menonton film ini, kita akan mengerti kenapa bisa terjadi.

Jangankan di pemerintahan suatu negara, provinsi atau kabupaten, di perusahaan saja bisa terjadi konspirasi antara Direktur Utama dengan bagian Keuangan untuk menekan divisi Marketing (…..ini sih berdasarkan pengalaman pribadi).

Dimuat di Kompasiana 27 Januari 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s