Reality Show: Lomba Masak Anak Junior MasterChef dan Iron Chef Kids

Standar

Junior Master Chef season 2 (insidecuisine.com)

Menonton reality show Junior Master Chef Australia sangat-sangat menggemaskan. Melihat acara ini membuat saya terkagum-kagum dengan kepintaran anak-anak Australia mengolah makanan yang menurut saya biasa dimasak oleh chef di restoran atau orang dewasa pada umumnya.

Gary, Donna and George

Saya tidak tahu bagaimana proses pembuatan acara tersebut di Australia, penonton yang melihat acara tersebut dibuat kagum dengan kecanggihan mereka memotong sayuran, daging, mengolah bumbu baik ditumbuk atau diblender, membumbui daging atau ikan atau bahan makanan lain, mengoreng, menumis, memanggang dan kemudian menata makanan tersebut di piring atau tempat lainnya, bisa berupa mangkok, talenan, gelas, dan lain-lain. Akhirnya makanan siap layaknya seperti di restoran terkenal.

Zac and George

Pembawa acara sekaligus juri juga sangat-sangat luwes dalam menghadapi anak-anak tersebut. Apabila ada kesalahan yang dilakukan oleh anak-anak, bukan makian atau celaan yang keluar tapi justru kata-kata semangat untuk mengulang membuat adonan atau mengoreng lagi dengan sedikit bantuan dari para juri. Begitu pula pada waktu penilaian, apabila rasa kurang pas atau tidak enak, mereka berusaha sebaik mungkin mempertahankan mimik muka dan memberi tahu apa yang kurang dan bagaimana seharusnya dengan gaya dan suara yang sangat ramah. Pada intinya tidak ada kata-kata kasar yang terdengar pada saat kita menonton acara tersebut.

Ketika menonton acara Iron Chef Kids di Indosiar, dimana peserta adalah anak-anak juga, saya agak-agak terkejut juga melihat salah satu chef membentak keluarga yang kebetulan adalah keluarga dari salah satu peserta lomba di Iron Chef Kids. Hal yang lumrah kalau keluarga ingin anaknya menang sehingga tanpa disadari memberi petunjuk ini dan itu ke anaknya, chef Wana Dermawan langsung membentak keluarga tersebut dengan alasan akan membuat bingung si anak dan memang tidak boleh juga melakukan itu. Tapi yang sangat disayangkan adalah cara chef tersebut.

Diaz (Foto: FB Iron Chef Kids Indosiar)

Setelah cari di sana-sini ternyata di FB Iron Chef Kids banyak yang protes cara chef Wana berbicara, walaupun disanggah itu sebagai upaya untuk melatih mental si anak. Terlepas siapa yang benar atau salah, setelah membaca protes-protes yang dilayangkan ke chef Wana, saya sangat menyayangkan hal tersebut terjadi. Berbicara dengan suara keras atau membentak keluarga peserta (walaupun mungkin itu skenario acara) rasanya kurang pantas, apalagi membentak keluarga di depan si anak. Saya pun tidak melanjutkan menonton acara tersebut.

Tidak semua acara reality show luar negri bisa kita tiru, tapi acara masak memasak ini saya kira bagus. Siapa sih yang tidak bangga melihat anak umur 8-12 tahun bisa masak seperti orang dewasa? Hanya saja kenapa kalau kita membuat acara reality show versi Indonesia terasa berlebihan, terasa dibuat-buat dan over acting.

Saya ambil contoh, Master Chef yang belum lama ini dibuat versi Indonesia di RCTI. Ketika melihatnya, saya langsung tidak suka, gaya jurinya itu mana tahan…. Sok dibuat galak, meniru gaya juri Master Chef USA, gaya chef Gordon Ramsay, Joe Bastianich dan Graham Elliot. Kenapa tidak meniru gaya juri Master Chef Australia yaitu Gary Mehigan, George Calombaris, Matt Preston, Donna Hay dan Matt Moran yang lebih ramah lebih lucu, walau kadang mereka juga bisa tegas, tapi tidak menakutkan. Masa sih bikin acara lomba masak tapi menakutkan, takut dibentak-bentak oleh chef atau juri, takut melihat muka chef yang dibuat galak, tanpa senyum.

Ayolah para produser acara, meniru acara dari luar negri itu sah-sah saja, tapi tidak perlulah meniru yang tidak penting, muka galak, tanpa senyum, suara keras atau membentak peserta. Ini adalah acara yang menyenangkan, tontonan sekeluarga, jadi tirulah seperti  Master Chef Junior Australia.

Versi lain di Kompasiana

2 responses »

  1. like this!!!
    iya aku juga aga ga sreg sama cheff wanna..
    namanya juga anak anak.
    asli kalo dia udah mulai bentak bentak aku pindahin channelnya…😀

    Nah kalo yang buat master cheff Indonesia, aku no comment. soalnya pas season 1 aja kesel banget setiap liat cheff juna..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s