Paranoid Dengan Segala Macam Simbol

Standar
Risoles Segitiga, bisa jadi si pembuat adalah anggota Freemason

Risoles Segitiga, bisa jadi si pembuat adalah anggota Freemason

Apa yang dimaksud dengan simbol atau lambang? Simbol yang berasal dari kata symbolon (Yunani), berarti “melempar bersama-sama”, dalam hal ini melempar atau meletakan bersama-sama suatu ide atau konsep untuk mewakili suatu gagasan (wikipedia)

Simbol adalah gambar, bentuk atau benda yang mewakili suatu gagasan, benda atau jumlah sesuatu, simbol juga dipakai untuk mewakili institusi, ilmu pengetahuan, kehidupan sosial bahkan juga agama. Suatu simbol dapat berarti baik, jahat atau netral bahkan bisa juga membuat orang menebak-nebak tanpa memahami arti sebenarnya, dan inilah yang berbahaya.

Secara umum kehidupan kita di kelilingi oleh simbol-simbol, biasanya berupa gambar. Ada yang berupa seperti palang pintu, segitiga, mata, bulan sabit, bintang, kubus, api dan banyak macam lagi. Dalam pelajaran matematika, fisika, kimia akan lebih banyak lagi ditemukan simbol, antara lain berupa tanda tambah (+), tanda bagi ( : ), tanda silang (x) dan masih banyak lagi seperti @ # $ % ^& ? / dalam tulisan apapun.

Ada suatu negeri yang tidak bisa melihat simbol seperti mata selalu dihubungkan dengan illuminati, segitiga (jangkar dan penggaris segitiga) dihubungkan dengan freemason.

Dagadu, apakah juga disebut pemuja illuminati? Capek deeee.....

Di lain pihak menurut Dagadu (dimana memakai mata sebagai logonya) mata adalah idiom yang lekat dengan citra kreatifitas, dunia rancang merancang. Dalam khasanah budaya Jawa, mata adalah mripat, yang konon kabarnya berdekatan makna dengan kata ma’rifat, yang dimaknai sebagai keinginan agar dapat memberikan manfaat bagi diri dan lingkungannya. Matapun menjadi sarana utama untuk sightseeing, jalan-jalan sambil menikmati suasana dan panorama kota.

Logo PMI simbol palang merah mirip dengan simbol Salib

Logo PMI (katanya) simbol palang merah mirip dengan simbol Salib dalam agama Kristen

Tanda tambah (+) yang biasa dipakai oleh lembaga internasional sebagai Red Cross dan juga dipakai oleh negeri tersebut sebagai simbol untuk PMI diributkan (katanya minta diganti), karena mirip-mirip dengan simbol dari suatu agama Kristen (walaupun tidak diucapkan/ditulis secara nyata di media).

Katakanlah kalau tanda tambah (+) mirip seperti simbol dari agama Kristen, artinya dari jaman matematika atau berhitung dikenalkan ke penduduk negeri tersebut maka sejak saat itulah Kristen sudah diperkenalkan dan meresap sampai ke darah daging dan diingat sepanjang hidupnya sampai maut menjemputnya. Silakan berbanggalah untuk penganut agama Kristen di negeri tersebut, walaupun agama ini minoritas di negerinya tapi simbolnya selalu mengikuti kehidupan semua orang dan silakan kebakaran jenggot (kalau punya jenggot) dan kebakaran lainnya bagi yang “parno” dengan simbol (+) ini.

Selamat menebak-nebak dan menghubung-hubungkan suatu simbol dengan apa saja, semakin dicari-cari maka hidup penduduk negeri tersebut semakin gelisah dan tidur tidak nyenyak.

Dimuat di Kompasiana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s