Fifty Shades Trilogy

Standar

bdsm-vs-abuse.jpg

Buku trilogi  Fifty Shades Of Grey, Darker dan Freed telah mengguncang dunia percintaan, apalagi kalau gaya bercintanya atau lebih tepatnya gaya bermain sex lebih ke arah BDSM lawan dari vanilla sex (sex konvensional).

Penjabaran BDSM adalah:

BD (Bondage and Discipline = ketergantungan dan ketertiban)

DS (Dominance and Submission = kekuasaan dan kepatuhan)

SM (Sadism and Masochism = sadisme dan kesenangan karena disiksa)

Membaca komentar dari beberapa pembaca di luar negri, yang tadinya malas baca jadi penasaran. Ada yang berkomentar kalau penulis E L James memindahkan tokoh Edward dan Bella di Twilight Series ke tokoh Christian dan Ana di Fifty Shades, terlalu banyak kata atau kalimat yang diulang-ulang dan mempertanyakan kemana si editor buku ini, mempertanyakan kembali umur si pengarang E L James karena ceritanya terlalu muda. Bahkan ada yang menyarankan untuk jangan buang uang untuk beli buku ini, tapi nonton saja filmnya (hahahaha….. tidak perlu capek-capek berfantasi liar, mungkin ini maksudnya).

Akhirnya mulailah mencari ebook gratisan alias bajakan (maaf ya James….). Awalnya berhasil mengunduh dua buku, setelah melewati  beberapa bab dari buku pertama, langsung mencari-cari buku ketiga, syukurlah dapat juga (hahahaha…..).

Setelah habis baca buku pertama, apa sih hebohnya buku ini? Sedikit banyak komentar-komentar pembaca di atas ada benarnya juga. Memang ada kemiripan antara Edward-Bella dengan Christian-Ana. Bagaimana penggambaran tokoh Christian agak miriplah dengan Edward kecuali dia bukan vampire tapi seorang yang mempunyai unsur bondage, dominant, dan sadistic. Bella dan Ana mungkin sama-sama digambarkan sebagai wanita yang naif lugu, perawan, berambut gelap, dan unik. Kebiasaan dari Anna ini mirip dengan Bella yaitu suka menggigit bibir bawah.

Pengulangan kata-kata atau kalimat mungkin tidak bermasalah kalau tidak terlalu banyak dan mengganggu. Seberapa banyaknya sehingga nyaman dibaca, tentunya seorang editor yang canggih dan berpengalaman yang mengetahui dengan pasti (salahkan pada si editor….hahahahaha). Paling banyak di keluhkan pembaca di antaranya adalah: I frown. He frowns. I flush. I blush. He runs his hand through his hair. I grin. He grins. I smirk. He smirks. I blink.. Dan masih banyak lagi….

Kedua tokoh cerita ini beserta teman-temannya berumur rata-rata di bawah 30 tahun. Ana 22 tahun dan Christian 27 tahun. Christian adalah seorang billionaire (semua cerita romance pasti si cowok itu adalah seorang yang amat sangat kaya raya, harta tidak akan habis sampai puluhan turunan bukan tujuh turunan lagi….). Ada yang mempertanyakan kapan si Christian kerja? Karena di buku pertama jarang digambarkan dia kerja di kantor, lebih banyak telpon, email, jarang sms apalagi bbm an, padahal punya blackberry tapi punya waktu untuk menguntit (stalking) Ana kemana saja.

Bagi yang ingin baca buku trilogi fifty shades, saran saya baca dalam bahasa Inggris. Karena kalau tunggu terjemahannya ke bahasa Indonesia, tidak akan dapat gregetnya. Lagi pula kalau diterjemahkan ke Indonesia apa gak takut didemo sama FPI dkk? (hahahaha…..bukankah batasan porno dan seni tergantung FPI, komentar dari salah satu kompasianer di kompasiana)

Apakah setelah baca buku ini ilmu sex menjadi tambah? Tentu saja! Yang tidak tahu tentang BDSM jadi tahu. Apakah akan ikut-ikutan berlaku seperti Christian bagi para pria Indonesia? Mungkin bisa terpengaruh, ingin coba-coba praktekin ke pacarnya atau istrinya, sedangkan perempuan Indonesia yang masih perawan jadi ikut penasaran juga atau malah jadi pintar kalau menghadapi pria yang orientasi sexualnya dominan dan sadis. Bisa jadi setelah baca buku ini tanpa disadari ternyata termasuk salah satu dari mereka, Christian atau Ana? Dalam buku ini Christian adalah penguasa dan Ana diharuskan sebagai seseorang yang patuh. Christian menginginkan sex yang bervariasi mulai dari spanking, kinky, fetish, sampai ke sadistic, sedangkan Ana lebih menginginkan sex yang standar atau konvensional biasa yang disebut vanilla sex.

Siapa saja yang boleh atau bisa baca buku ini?

Kaum agamis tidak disarankan membaca buku ini, tidak sesuai….bisa-bisa sumpah serapah yang keluar akhirnya malah nyebar fitnah. Kaum non agamis terserah, seperti yang sudah dijelaskan di atas karena resiko ditanggung oleh pembaca bukan penulis, editor atau penerbit, kecuali penerbit di Indonesia (kalau ada penerbit yang sudah beli lisensi) bisa untung karena banyak yang beli sesudah itu rugi karena disuruh tarik, bakar, dituntut ke pengadilan dan minta maaf ke publik dan bisa berakhir di penjara.

Saran saya di atas 21 tahun (dianggap umur dewasa secara hukum), tapi bukan itu saja, kematangan berpikir dan dewasa memutuskan sesuatu itu hukumnya wajib. Banyak orang yang umurnya sudah jauh di atas 21 tahun, tapi pikirannya masih seperti anak 16 tahun. Buku ini penuh dengan penjabaran gaya sex yang erotis, mengunakan alat bantu, dan sedikit sadis (tentunya ukuran ini relatif dari pembaca). Perlu pertimbangan bijaksana ketika memulai membaca buku ini.

One response »

  1. Ping-balik: Valentine: Film Fifty Shades of Grey | magenta's story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s