Fifty Shades Trilogy: Cerita Tentang Apa? (3)

Standar
fair-lady.jpg

Fair Lady Motor Yacht – Kapal bulan madu Christian dan Ana

 

Pada buku ketiga, Fifty Shades Freed, Ana dan Christian akhirnya menikah dan pergi bulan madu ke London, Paris ke tempat dimana menjadi impian Ana.

Ribut-ribut kecil muncul ketika Ana tidak mau menggunakan nama Grey dan tetap menggunakan Anastasia Steele untuk korespondensi email di kantornya SIP dengan alasan klasik tidak inigin dikenal atau dihormati sebagai istri dari pemilik perusahaan dimana Ana bekerja.

Ribut-ribut kedua, ketika Ana pergi minum-minum dengan sahabatnya Kate, padahal diminta untuk pulang ke apartemen usai jam kantor karena Christian sedang keluar kota. Beruntung Ana pulang malam karena ternyata Jack Hyde berusaha menyelundup masuk ke apartemen dan berniat untuk menculik Ana tapi berhasil dilumpuhkan oleh security.

Ribut-ribut berikutnya adalah ketika Ana bersedia bertemu dengan Leila (ex submissive) padahal Leila termasuk dalam daftar hitam sebagai “orang yang berbahaya” untuk Ana.

Ribut-ribut yang terakhir adalah pada saat hamil karena Ana lupa untuk melakukan suntikan KB. Dilanjutkan dengan peristiwa penculikan Mia Grey (adik Christian) oleh Jack Hyde dan meminta tebusan $5 juta dalam waktu singkat, apabila tidak nyawa Mia taruhannya.

Di buku ketiga ini terungkaplah siapa Christian sebenarnya dan alasan kenapa dia menjadi seorang yang dominant dan sadistic dalam hubungan sex.

Secara keseluruhan buku Fifty Shades masuk kategori buku erotic romance, mungkin 60-65% bercerita tentang aktivitas sex Ana dan Christian, sisanya tentang kehidupan sehari-hari. Cerita buku ini diluar cerita sex-nya, sebetulnya menarik, kadang ada lucunya, terus terang ada rasa penasaran yang membuat ingin segera menyelesaikan baca ketiga buku tersebut.

Banyak komen-komen tentang buku ini, tentunya setiap pembaca punya pendapat sendiri-sendiri. Layaknya buku ini dibaca oleh pembaca dewasa baik secara umur, pikiran, perasaan. Jangan tunggu terjemahan dalam bahasa Indonesia, karena tidak akan mendapat sensasinya, rasanya,  dan gregetnya. Buku ini ditulis dengan bahasa Inggris yang ringan, tidak dengan kata-kata yang rumit untuk menggambarkan suatu peristiwa, ibarat membaca novel chick lit.

Lantas bagaimana dengan cerita sex-nya? Kata orang, sex itu buka untuk dibaca tapi dinikmati…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s