Poligami di Banyak Negara

Standar
55749eaf0423bd99068b4567.jpeg

Cawley Family, Centennial Park Arizona, USA

 Kenya baru-baru ini mensahkan perkawinan poligami, bahkan seorang suami boleh punya istri sebanyak mungkin, pemerintah tidak membatasi, dan tidak perlu izin dari istri pertama atau istri lainnya. Jadi perkawinan poligami adalah sah di mata hukum, berarti ada akte resmi nikahnya, dan anak-anaknya adalah anak sah bukan anak haram atau bastard. Apakah negara ini bukannya menjadi surga bagi penganut poligami?

Bahkan di negara sekuler seperti Amerika, Canada atau negara lain, para pecinta poligami bisa hidup aman selama perkawinan mereka atas perintah “agama”. Amerika melarang pernikahan ganda di semua negara bagian, tapi pecinta poligami hidup “nyaman” di negara bagian Utah, Texas dan Arizona. Bagaimana bisa? Bisa saja, karena agama dianggap sesuatu yang pribadi, hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta, maka pemerintah Amerika tidak bisa ikut campur tangan. Para pecinta poligami juga menyadari kalau kehidupan mereka tidak bisa diterima oleh masyarakat monogami, oleh karena itu poligamist membentuk komunitas sendiri.

Agama Mormon adalah akar dari poligami di Amerika, Nabi mereka Joseph Smith mengatakan pria boleh beristri lebih dari satu berdasarkan perintah dari Tuhan. Wanita yang tidak menikah dan tidak punya anak tidak bisa masuk surga, termasuk yang tidak mau jadi salah satu istri dari pria penganut poligami. Itu dulu, lebih dari seabad yang lalu, dan sudah lebih dari seabad juga perkawinan poligami di agama Mormon dilarang, bahkan kalau ketahuan punya istri lebih dari satu akan dikeluarkan dari keanggotaan gereja (LDS Church).

Bagi yang mau meneruskan poligami, disebut kelompok Fundamentalist Mormon (FLDS), mendirikan gereja baru dengan pengikut-pengikutnya yang sepaham. Nabi mereka Warren Jeffs, ditangkap dan dipenjara seumur hidup karena menikah dengan 2 gadis di bawah umur, otomatis pasal perkosaan, penculikan dan penyiksaan juga disertakan. Belum lagi Jeffs katanya punya istri sekitar 80, ternyata juga melakukan kekerasan terhadap istri-istrinya dan sebagai Nabi, dia bisa mengusir pemuda-pemuda yang dianggap sebagai saingan utama dari pria-pria beristri ketika mencari istri muda dan perawan.

Pengikut lain yang tidak setuju dengan kepemimpinan Warren Jeffs, membentuk komuniti baru yaitu Centennial Park, Arizona. Perbedaan dengan komuniti FLDS Church, melarang wanita dibawah umur 18 tahun menikah, dan yang hebatnya adalah wanita yang memilih calon suaminya. Si wanita berdoa atau mendapat pencerahan melalui mimpi atau tiba-tiba muncul begitu saja bahwa inilah calon suamimu. Siapa calon suami tersebut? Bisa perjaka ting ting sampai laki-laki lanjut usia (selama mampu menghamili si istri) atau laki-laki yang sudah punya 10 istri. Apabila selama berdoa bertahun-tahun belum mendapatkan jawaban dari Tuhan, bisa minta bantuan dari para tetua untuk mencarikan suami. Apabila si Tetua sudah mendapatkan jawaban dari Tuhan, maka si wanita tinggal menerima dan si pria tinggal nurut saja apa kata Tetua sebagai perintah atau wahyu dari Tuhan.

Bagaimana dengan negara Asia? Wah jangan ditanya, semua negara Asia dengan segala macam suku, pasti punya kebiasaan poligami. istilahnya Human Nature atau manusiawi (kaleeee….). Kebetulan orang tua saya punya besan yang beristri tiga, apakah karena perintah agama? Tidak, kebetulan menganut aliran kepercayaan. Hubungan dengan para istri dan anak bagaimana, ya normal saja. Untungnya istri kedua dan ketiga takut tanpa alasan dengan istri pertama, walaupun istri pertama tidak ambil pusing, anak-anak dari istri kedua dan ketiga sangat hormat terhadap istri pertama, tapi hubungan anak-anak seperti hubungan saudara seayah-ibu, yaitu ada yang akrab, iri, berantem, dll.

Dalam agama Islam juga diperbolehkan beristri lebih dari satu dengan segala macam syarat dan batas maximal istri yang boleh dinikahi secara agama. Secara hukum, saya tidak tahu, apakah istri kedua dstnya punya akte nikah catatan sipil, dan bagaimana status anak-anaknya.

Semakin maju teknologi di dunia, ternyata gaya hidup manusia bisa berputar seperti trend fashion, yaitu menyukai gaya vintage (kuno) atau gaya fiftys (limapuluhan). Jaman dulu sekali kayaknya lumrah saja kalau laki-laki punya istri banyak, bahkan di beberapa suku di dunia, ada wanita punya suami banyak. Seiring jaman perkawinan ganda atau poligami mulai ditinggalkan menuju monogami.

Tapi sekarang ini kelihatannya kalau tidak punya istri lebih dari satu kayaknya nggak keren, nggak modern. Tidak aneh kalau laki-laki berhasil, umur tidak terlalu tua atau tua juga tidak apa-apa, duitnya berlimpah, ternyata punya istri lebih dari dua (bukan satu lagi) ditambah wanita simpanan, apalagi kalau embel-embel agama ditambahkan seperti FLDS dan Centennial Park Community. Justru yang dianggap aneh adalah wanita bersuami dua dan punya simpanan seperti di Nganjuk. Siapa tahu wanita juga nantinya akan mengajukan kesetaraan ini seperti perkawinan sesama jenis?

Sudah dimuat di Kompasiana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s