Valentine: Film Fifty Shades of Grey

Standar
555df0240423bd15288b4567.jpeg

Bulan Februari adalah bulan penuh kontroversi. Di satu pihak banyak yang menunggu-nunggu bulan ini karena akan melakukan hal-hal spesial seperti mengajak makan malam pasangannya, memberikan kado valentine, melamar pacarnya untuk menjadi istrinya, dan banyak peristiwa romantis lainnya. Bagi keluarga juga banyak melakukan hal-hal yang bersifat kasih sayang, dari anak ke orang tua, ke kakek nenek, ke saudara, antara pasangan suami istri, sahabat dan teman, atau kemana saja yang positif.

Sisi negatifnya adalah (katanya) melepaskan keperawanan, beli coklat berhadiah kondom untuk pacar (merayu pacar dengan coklat dan alat proteksi kehamilan serta penyakit sex), dan katanya lagi penjualan kondom ramai atau laku keras…..(entah siapa yang bikin data penjualan). Satu lagi yang pasti negatif adalah film Fifty Shades of Grey kalau sampai diijinkan diputar di bioskop di Indonesia.

Ada kabar, kalau film ini resmi dilarang diputar di Indonesia. Tapi di situs bioskop 21 ada rencana akan diputar film tersebut bulan Februari dan tanggal tayangnya belum jelas. Sedangkan di Amerika sekitar tanggal 13 Februari, di Singapura tanggal 12 Februari. Malaysia yang rencananya tanggal 12 bulan ini, sudah melarangnya menurut berita di BBC Indonesia.

Alasannya klasik dan simpel saja , orang Indonesia itu adalah bangsa yang berbudaya tinggi. Menjunjung nilai-nilai norma-norma kehidupan yang santun (apalagi dalam berhubungan sex). Walaupun bukan negara agama, tapi dengan mayoritas penduduk muslim, sangatlah tidak seseuai dengan ajaran agama Islam, tidak sesuai dengan ajaran agama manapun. Bangsa Indonesia adalah bangsa peniru, takutnya adegan yang tidak pantas di film tersebut akan ditiru oleh orang Indonesia, bisa rusak generasi muda (generasi tua dan generasi anak-anak) bangsa ini. Banyak sekali alasan kalau mau dicari.

Di negara lain film ini juga banyak menuai protes, bahkan muncul di Twitter hastag #50dollarsnot50shades. Sumbangkan uang $50 beli tiket film dan popcorn ke tempat penampungan wanita yang menjadi korban kekerasan sex. Ada juga yang berpendapat, tidak banyak atau jarang ada wanita yang bernasib untung seperti Anna setelah bertemu dengan Christian yang menganut pola sex BDSM, justru lebih banyak yang berakhir di penampungan atau meninggal. Jangan malu-malu Indonesia untuk mengikuti langkah Malaysia, walaupun negara itu telah menghina TKI kita. Bagi yang penasaran dengan cerita Fifty Shades of Grey bisa cari bukunya di internet, download ebooknya, baca dalam bahasa Inggris, jangan terjemahan Indonesia (kalaupun ada). Yang malas baca dan mau nonton saja, siapkan tiket ke Singapura dan nonton dengan tenang di sana. Tulisan lain tentang Fifty Shades of Gray:  Trilogi Fifty Shades

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s