Naik Sepeda Sendiri atau Berkelompok?

Standar

bike.jpg

Siapa saja yang suka naik sepeda pasti punya pilihan untuk sendirian, berdua atau berkelompok?

Sepeda berkelompok tentu harus ada beberapa syarat yang dipenuhi, misal satu tujuan, jenis sepeda yang digunakan, waktu yang disepakati, dan yang agak penting tapi gak penting-penting amat adalah kecepatan mengayuh sepeda.

Gowes berkelompok sangat menyenangkan, banyak teman, bisa kesuatu tempat yang belum tentu kalau sendirian akan mencapai kesana, bisa foto-foto gantian, dan gak bakalan nyasar. Repotnya adalah kalau kecepatan mengayuh sepeda tidak sama sehingga bisa menghambat kebersamaan kelompok.

Kelompok yang kebetulan saya ikuti pada beberapa waktu yang lalu pergi ke tempat yang menurut saya kalau saya tidak ikut saat itu saya tidak akan pernah tahu tempat itu.

Jenis sepeda sudah sama, waktu dan tempat saya sanggupi, kenalan dengan teman-teman baru dilakukan yang tidak diduga adalah kecepatan mengayuh sepeda….. serasa mau balapan sepeda!!

Asli beneran! saya kaget juga…. kok cepet ya? Namanya berkelompok ya harusnya saling menjaga kecepatan agar tidak ada yang tertinggal. Saya sendiri berusaha menyamakan kecepatan mereka…. hihihi…. kayak dikejar apa gitu…. (ini sih  pendapat saya pribadi loooo…). Untungnya pada saat akan berbelok ke jalan alternatif ada yang nungguin sampai pesepeda terakhir…. ancung jempol deh!

Walaupun saya sudah memperkenalkan diri sebagai “newbie” di kelompok ini dan memberi gambaran kalau saya bukan pembalap, ternyata newbie harus sadar diri kalau bergabung sama “veteran” ya harus menyesuaikan diri dengan mereka-mereka ini.

Sayangnya pemandangan yang indah seperti terlewat begitu saja karena mereka berjalan cukup cepat. Dan yang saya salut adalah ketika pulangnya kecepatan mereka masih tetap sama…. buset deh padahal tadi makan dengan makanan yang sama. Untungnya ketika sudah mencapai titik bubar, dikelompokan goweser yang searah agar tidak sendirian.

Selama ini saya kebanyakan sepeda sendirian, resikonya adalah kalau nyasar walaupun sudah bawa smartphone tetap saja ada kendala kalau jaringan susah pas di daerah tertentu. Sepeda bermasalah, atau kecelakaan misal jatuh dari sepeda tidak ada yang menolong, atau hal-hal yang tidak menguntungkan lainnya. Tapi ada kenikmatan tertentu kalau sendirian, kecepatan mengayuh suka-suka sendiri, pas melewati pemandangan yang ok langsung melambat, pas capek  dan haus langsung berhenti. Mau belok atau lurus itu tergantung mood …..hehehe….. atau tiba-tiba mau pulang tinggal kayuh secepat-cepatnya.

Jadi semua itu pilihan, mau sendirian, berkelompok atau berdua bertiga berempat…. yang penting nikmatilah kalau bersepeda.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s