Selamat Hari Natal….?

Standar

merry-christmas-banner.jpg

Hooray…. hari ini Hari Natal, hari yang dipercaya oleh sebagian umat manusia yang beragama Kristen sebagai hari kelahiran Yesus, anak Allah yang dilahirkan lewat perawan Maria.

Mulai bingung kan? Bagaimana bisa Allah atau Tuhan bisa punya anak lewat seorang  wanita yang berstatus perawan. Mana ada perawan bisa hamil dan melahirkan anak. Itulah namanya kuasa Allah, apapun bisa saja terjadi, mau batu jadi roti atau sebaliknya. Siapa sih kita, kok meragukan kekuasaan Allah?

Bagi penganut agama sebelah, mereka anggap ini tidak mungkin. Yesus bukan Allah atau Tuhan, kalau bapaknya Tuhan masa anaknya Tuhan? Bla… bla… bla… banyak lagi alasan yang menurut mereka tidak masuk akal. Loh, bukannya semua kuasa Allah tidak masuk akal? Akal manusia kadang tidak bisa mengerti apa maunya Allah.

Selalu jadi trending topic kalau menjelang natal adalah jangan paksa non-kristen (terutama muslim) untuk memakai atribut natal seperti topi Santa Klaus, hiasan kepala berbentuk tanduk rusa kutub, atau pernak-pernik yang berbau natal. Bisa merusak iman orang tersebut, kristenisasi, haram, dll. Bahkan mengucapkan selamat natal pada orang yang bernatalan haram hukumnya, pakai spanduk pula peringatannya, menyisir tempat-tempat komersial seperti mal, supermarket, untuk mengingatkan masyarakat.

Mengucapkan selamat natal artinya mengakui dan bersaksi bahwa Yesus adalah anak Allah dan mengakui Yesus sebagai Tuhan. Bahkan mereka membandingkan mengucapkan selamat natal dengan mengucapkan syahadat islam, sebegitu seriusnya makna mengucapkan selamat natal.

Ya sudah, rambut boleh sama hitam atau kepala boleh sama botaknya, baju boleh sama-sama berwarna putih tidak berarti pendapat harus sama. Kita setuju untuk tidak setuju.

Kemarin saya ke gereja untuk mengikuti misa malam natal. Seperti biasa kalau ada perayaan hari besar di dalam gereja selalu menggunakan slide atau beberapa TV agar umat yang duduk di belakang atau di halaman gereja bisa mengikuti jalannya misa di depan dan kegiatan di sekitar altar. Saya menganggap bahwa semua petugas yang mengurusi kamera dll adalah orang-orang yang beragama Katolik atau paling tidak Kristen. Ternyata saya melihat beberapa teknisinya ada yang berhijab, mundar mandir di dalam gereja pada saat berlangsungnya misa.

Wow! Apa saya tidak salah liat? Kok bisa ya? Kok mau ya? Apapun alasan mereka saya salut terhadap dedikasi mereka. Semoga Allah mu tahu bahwa itu adalah tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan, dan akan mendapatkan pahalanya.

Kembali ke haramnya ucapan selamat dan larangan memakai atribut natal, ya tidak apa-apa, makna natal tidak akan berkurang dengan tidak mendapat ucapan selamat dari mereka….  paling tidak hemat makanan kecil, minuman dan makanan lain…. karena dengan keluarnya larangan tersebut kunjungan muslim ke rumah-rumah tetangga yang kristen sudah jarang menurut beberapa pengakuan orang.

Selamat Natal bagi yang merayakan, damai di hati damai di bumi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s