Perlukah Memakai Helm Ketika Bersepeda?

Standar

bike helmet

Belum lama ini di dunia maya tepatnya di komunitas sepeda sedang ramai membicarakan tentang perlunya pakai helm ketika bersepeda. Mengingat kalau terjatuh dari sepeda baik karena pihak lain atau kesalahan dari para pesepeda bisa berakibat fatal.

Belum ada undang-undang yang mengharuskan kalau naik sepeda harus menggunakan helm. Bahkan yang sudah ada peraturannya  masih banyak dilanggar contohnya naik motor, banyak yang tanpa helm. Apalagi kalau sudah menggenakan penutup kepala lain seperti topi, peci, kopiah haji, jilbab atau wanita yang berkonde.

Kembali ke anjuran para master sepeda yang selalu menghimbau untuk menggunakan helm pada saat bersepeda, terutama pada kondisi jalan yang menurun karena cenderung goweser beradu cepat, jalan yang sedikit berbatuan atau kerikil, bahkan yang melakukan perjalanan jauh atau touring. Lihat komunitas sepeda yang bertebaran di Indonesia terutama di kota-kota besar, apabila mereka beramai-ramai bersepeda semuanya menggunakan helm.

Banyak dari goweser yang menganggap bahwa penggunaan helm itu merepotkan, atau tidak terlalu penting. Lebay! kata teman saya. Ngapain diributkan toh kalau jatuh itu resiko dia tidak pakai helm! kata goweser lain. Tampang kita gak kelihatan, gak bisa nampang! alasan yang lain. Bahkan ada juga yang bilang, mahal!

fit bike helmet.jpg

Lebay! Ini adalah komentar teman saya ketika saya bilang jangan lupa bawa helm sepeda  kalau mau gowes. Saya kaget juga. Apa sudah ada peraturannya? tanyanya. Belum, itu cuman anjuran dari komunitas sepeda, jawab saya. Nah ini yang bikin saya sebel sama komunitas, sok yang paling bener dan kuasa, lama-lama nanti kayak geng motor. Pakai seragam dari baju, jacket, helm sampai ke motor, lalu menguasai jalan-jalan, begitu omelannya.

Hah? Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga, komunitas kadang membuat peraturan yang agak aneh walaupun mereka selalu bilang bebas bajunya, bebas sepedanya….. tapi kenyataan di lapangan akan kelihatan kelompok-kelompok kecil yang merapatkan diri karena keseragaman sepeda dan jerseynya….halaah! Tapi soal helm saya tetap setuju, gunakan helm untuk melindungi kepala dan otak kita agar apabila kepala terantuk aspal, batu atau benda lain tidak mengakibatkan cedera otak yang berakhir dengan errornya kelakuan kita nantinya.

Belum ada peraturan atau UUnya! Selama belum banyak yang cedera kepala permanen karena kecelakaan sepeda tentunya belum dikeluarkan UU tersebut. Apakah harus nunggu UU untuk menjaga kepala kita sendiri? Atau nunggu kepala cedera dulu baru pakai helm?

Gak bisa nampang, gak keren! Setelah cedera kepala dan otak, tampang kita tidak akan keren lagi, bahkan naik sepeda saja belum tentu bisa.

Mahal! Ini adalah alasan klasik yang diutarakan oleh goweser. Harga helm sekarang minimal Rp.200.000 dengan kualitas seadanya, artinya sesuai harga. makin bagus kualitas makin mahal, bisa sejuta lebih. Buang-buang uang beli helm sampai sejuta lebih, mendingan uangnya dipakai buat upgrade sepeda. Inilah ironinya. Sanggup membeli sepeda sampai jutaan bahkan upgrade sepeda sampai jutaan lagi sehingga harga sepeda bisa mencapai 10 juta, tapi beli helm seharga 500 ribu rasanya berat sekali.

Terapkan prinsip kalau sanggup beli sepeda sampai 5 juta artinya sanggup beli helm maximal seharga Rp 500.000. Sanggup beli sepeda sampai dua bahkan tiga sepeda tapi tidak rela beli helm satu untuk dua sepeda, rasanya keterlaluan sekali.

Salam gowes…. kring ..kring….

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s